Tripolia.id – Pandemi yang terjadi hingga saat ini masih belum teratasi tidak menjadi halangan bagi Universitas Gadjah Mada dalam merayakan pesta demokrasi di Kampus Kerakyatan. Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) KM UGM 2020 menyelenggarakan Pemilihan Wakil Mahasiswa(Pemilwa) KM UGM 2020 dengan sistem e-vote yang dilaksanakan secara daring atau dalam jaringan. Diramaikan dengan hastag #PemilwaDalamJaringan di semua platform media sosial, Pemilwa KM UGM 2020 telah terlaksana tanpa gangguan yang signifikan pada tanggal 16-18 November 2020 hingga penutupannya yang ditandai dengan pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka penetapan hasil Pemilwa UGM 2020 pada tanggal 21 November 2020 silam.

Persiapan Pemilihan Wakil Mahasiswa (Pemilwa) KM UGM 2020 mulai dari tahap verifikasi, deklarasi damai, hingga masa kampanye dan penutupannya dilaksanakan penuh secara online atau daring. Persiapan ini telah dilaksanakan sejak tahap verifikasi di bulan September, pelaksanaan deklarasi damai di bulan Oktober, hingga masa kampanye yang berakhir di masa tenang pada tanggal 15 November 2020. Dengan menginovasikan setiap media kampanye maupun publikasi Pemilwa ke arah digital, persiapan pelaksanaan Pemilihan Wakil Mahasiswa(Pemilwa) KM UGM 2020 ini berjalan lebih efisien dan tetap efektif menjangkau seluruh mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya elektabilitas pemilih dibanding tahun sebelumnya yang mencapai angka 47,60%.

KPUM UGM mencanangkan sistem e-vote ini sebagai prototype yang memudahkan pemilihan umum di Universitas Gadjah Mada untuk tahun-tahun berikutnya serta sebagai inovasi bagi pelaksanaan pemilu secara nasional. “Anggaplah pandemi ini sebagai stimulasi untuk perubahan. Mengubah sistem lama yang tradisional dan cukup memakan biaya dengan sistem digital, yaitu e-vote yang dapat mengefisiensi pelaksanaan Pemilu. Sistem e-vote ini juga merupakan investasi jangka panjang yang dapat dilanjutkan ditahun-tahun berikutnya serta menjadi percontohan bagi instansi maupun universitas lain secara nasional,” ujar Muhammad Yusuf Ridwan, Ketua KPUM UGM 2020, dalam konferensi pers yang dilaksanakan pada 8 November 2020.

Pandu Wisesa Wisnubroto, Komisioner Legal KPUM UGM, turut mempertegas, mewakili KPUM UGM sebagai penyelenggara, menjadikan pelaksanaan Pemilihan Wakil Mahasiswa(Pemilwa) KM UGM 2020   ini sebagai percontohan nasional bagi solusi pelaksanaan pemilihan umum ditengah pandemi. “Pemilu dan pandemi bukan merupakan dua kata yang saling berlawanan. Oleh karena itu, kami ingin memberikan percontohan nasional melalui Pemilwa UGM 2020 secara daring,” tegasnya. Pada Pemilwa tahun 2020 total daftar pemilih tetap (DPT) berjumlah 36.649 mahasiwa. Pada pelaksanaan pemilwa yang dilakukan secara daring/online menghasilkan tingkat pertisipasi sebesar 43.06% untuk pemilihan dewan mahasiswa dan tingkat partisipasi pemilih sebesar 47,60% pada pemilihan presiden mahasiswa.

Hasil pemilihan untuk Dewan Perwakilan Mahasiswa atau pemiihan untuk partai berurutan adalah sebagai berikut, partai Gotong Royog meraih suara 29%, diikuti partai Kampus Biru dengan 26% suara, partai Future Leader Party dengan 21%, partai Srikandi 11%, partai Bunderan UGM dengan 7% dan partai Sayang Mama dengan 6%. Sedangkan untuk hasil pemilihan Presiden Mahasiswa UGM menghasilan suara sebagai berikut, Muhammad Farhan meraih suara 8.218 (47,08%) diperingkat pertama, disusul oleh Reandy Summa Justitio dengan suara 4.777 (27,39%) diperingkat kedua dan M. Fadhil Fathoni dengan 2.408 suara (13.80%) serta diperingkat ke 4 adalah Naufal Primaditya A dengan suara 2.045 (11,72%). Selamat kepada dewan perwakilan mahasiswa yang telah terpilih dan juga kepada Muhammad Farhan yang terpilih sebagai Presiden Mahasiswa UGM. Semoga selalu amanat dalam mengawal aspirasi dari mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *